perfectelle

Any painkiller has side effects. Use with cautions.

Foto: Nyanyian Bawah Laut Derawan

November 2011 lalu adalah perjalanan pertama saya untuk diving di luar Pulau Jawa. Saya mengambil lisensi open-water PADI pada bulan September 2011. Waktu itu, saya pergi ke Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, ikut rombongan Kakaban Trip (twitter: @KakabanTrip) yang sangat valuable dan memuaskan. Saya pergi bersama Nanda, kakak saya (yang menraktir perjalanan sebagai hadiah ulangtahun super telat)  dan 13 orang lain sesuai batas maksimal rombongan, tapi hanya saya sendiri yang adalah seorang diver. Sayang karena bukan dive trip, saya hanya sempat menyelam di dua titik yaitu Maratua Reef dan Mid Reef Maratua.

Keindahan bawah laut Derawan pasti membuat semua divers jatuh cinta. Di Pulau Derawan ada 3 dive sites, Pulau Sangalaki 3 dive sites, Pulau Kakaban 5 dive sites, Pulau Maratua 21 dive sites, dan di Pulau Nabucco 7 dive sites.  Setiap titik penyelaman memiliki ciri khasnya masing-masing, namun secara umum, Derawan kaya akan hard coral dan fauna seperti penyu, barracuda, dan hiu. Saya sendiri, selain bertemu puluhan penyu berukuran raksasa juga sempat bertemu leopard shark kecil. Lucunya! 😀 Sayang tidak ada fotonya di sini. Sebenarnya, titik penyelaman yang paling terkenal adalah Big Fish Country yang terletak di antara Pulau Maratua dan Nabucco, yang terkenal dengan hiunya. Tapi penyelam yang ingin menyelam di titik ini harus sudah mengantongi deep dive (advance) license karena arusnya yang kuat. 😦

Foto-foto ini diambil oleh dive buddy saya pada waktu itu, Chiyo dari Jepang. Kami tinggal di hotel yang sama, Maratua Paradise Resort, dan hanya kami yang menyelam berdua hari itu bersama satu orang dive master (guide) dari resort. Pada waktu itu (sampai sekarang, sih, sebetulnya…) saya belum memiliki underwater housing untuk kamera Canon G11 saya. Ada kejadian lucu waktu saya menyelam bersama Chiyo. Di kapal sebelum menyelam, saya berusaha ramah dengan menyapa dan memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris. Penampilan Chiyo yang berusia 30an cantik, imut dan mungil. Ketika di dalam air, Buoyancy Control Device (BCD) sewaan saya sempat longgar. Berkali-kali saya berusaha membetulkan, tapi tidak berhasil. Di satu titik saya mulai terganggu, dan berhenti untuk berusaha serius membetulkan BCD. Dive master kami hanya diam dari jauh memperhatikan, mungkin bingung apa yang sedang saya kerjakan. Tiba-tiba woosh… Chiyo menyelip di bawah saya dan membetulkan BCD saya hanya dalam waktu sepersekian detik, bertanya dengan kode apakah saya OK, lalu tersenyum di bawah air. Saya melongo. Di atas kapal ketika menuju titik penyelaman kedua, saya berterimakasih pada Chiyo dan kembali mengajak ngobrol dalam Bahasa Inggris. Betapa takjubnya saya waktu Chiyo menjawab dalam Bahasa Indonesia yang sangat lancar, dan ternyata dia adalah seorang dive master yang pernah menjadi guide di pulau Komodo selama 7 tahun. Astaga, malu sekali saya. Sudah sok ramah, tertipu juga dengan penampilannya. (-_-“)

8

Wah, ada saya! Lihat besar penyunya?

Suatu hari nanti, saya pasti kembali ke Derawan khusus untuk menyelam. Bila sudah mengantongi advance license tentunya, supaya bisa menyelam di Big Fish Country dan melakukan night dive. 😀

Baca artikel perjalanan saya ke Derawan di areamagz.com – Travel: Surga di Derawan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 25, 2012 by in Travel and tagged , , , , , , .
%d blogger menyukai ini: