perfectelle

Any painkiller has side effects. Use with cautions.

III. Kepunyaan

Malam ini, blog Multiply akan ditutup. Waktu saya hanya tinggal dua jam lagi untuk menyelamatkan sebuah artikel hadiah dari almarhum sahabat saya, John Patrick, yang meninggal pada bulan September 2010. Tulisan ini dibuat pada tanggal 7 Agustus 2008, setelah saya memintanya menulis sebuah artikel dalam bahasa Indonesia karena ia selalu menulis dalam bahasa Inggris. Salah seorang sahabat terbaik, kepada siapa saya dulu kerap berbagi pemikiran-pemikiran acak dan absurd yang seringkali berujung pada percakapan yang tidak berujung. Seseorang yang pernah hadir dalam hidup saya dan menancapkan secarik akar yang, bahkan ketika raganya tiada, tumbuh dan menjalar menopang sebatang kehidupan yang terus menjalar, yaitu saya. Kini dan nanti. Seperti juga halnya dengan orang-orang yang pernah dan akan saya temui.

Inilah satu-satunya cara yang saya tahu untuk mengabadikan sebuah kenangan. Karena saya percaya, jiwa tidaklah mati. Ia hidup dalam karya dan hati.

II. KEPUNYAAN.

Sebelum saya mulai dengan pembahasan tentang Kepunyaan. Beberapa alasan saya membuat ini adalah tantangan dari berbagai kawan-kawan saya yang penasaran dengan bagaimana kalau saya menulis artikel dengan bahasa Indonesia dimana saya lebih sering menulis dengan bahasa Inggris. Dan juga permintaan dari teman saya yang benar-benar kontras dengan saya dalam pola pikir walaupun hasil akhirnya hampir selalu sama dengan pola pikir saya.

Saya kurang mengerti kenapa yang saya tulis sekarang ini adalah mengenai kepemilikan atau kepunyaan. Entah itu kepunyaan materi, kepunyaan tingkat intelejensi, nilai moral, tingkatan etika atau apalah. Kalau ditanya “Lo punya apa emangnya yang bisa lo banggain?” saya akan jawab “saya ngga punya apapun tapi dalam waktu bersamaan saya punya banyak yang bisa dalam waktu cepat ini kehilangan”. Kurang lebih dalam waktu sebulan ini saya baru saja kehilangan teman dekat saya karena penyakit komplikasi yang dia miliki dimana jantungnya membesar sampai 65% dari ukuran normal yang pada akhirnya membuat paru-parunya menyempit, menggeser posisi jantungnya dan akhirnya meninggal dunia. Saya sadar bahwa saya adalah orang yang kasar dan saya sedikit menyesal kalau dulu saya kurang menanggapi teman saya itu secara serius.

Kembali kepada perkataan saya sebelumnya “saya ngga punya apapun tapi dalam waktu bersamaan saya punya banyak yang bisa dalam waktu cepat ini kehilangan”. Mungkin definisi yang paling tepat untuk keadaan saya sekarang ini adalah “saya tidak tahu apa yang berharga yang saya miliki sampai saya kehilangan hal tersebut”. Sampai sekarang pun saya masih tetap bingung dengan orang yang selalu bilang “eh lo mah enak punya semuanya yang orang-orang ngga punya”, darimana orang bisa mikir kaya begitu? Apakah karena iri dengan saya? Apa juga yang mau di irikan dari saya?. Coba saya jelaskan tentang keahlian yang saya punya dan tidak punya, hal yang saya miliki dan tidak. Beberapa keahlian saya adalah ngga jauh dari kemampuan tech & gadgets, desain & ilustrasi, ngomel-ngomel dan menggerutu, kemampuan untuk mengingat detail gambar atau karya seseorang dan mengingat muka seseorang walaupun saya tidak akan pernah ingat namanya orang tersebut, atau kemampuan yang paling kurang berkenan yang saya miliki…yaitu nyolong DVD…hahaha.

Kemampuan yang saya tidak miliki adalah, saya tidak pernah mengerti caranya nyetir mobil, motor, tapi saya bisa naik sepeda. Saya tidak memiliki sifat penyabar dan pengertian, saya toh juga tidak memiliki kemampuan untuk membuat lagu walaupun saya punya band.  Saya tidak punya kemampuan berkomunikasi dengan baik walaupun saya sangat tertarik dengan berkomunikasi dengan orang lain. Saya tidak memiliki muka yang ramah juga sifat yang ramah walaupun saya pada dasarnya cukup ramah jika saya sudah mengenal orang tersebut. Banyak hal yang saya tidak miliki dan saya ingin untuk memiliki. Seperti kata kawan baik saya “Aku belajar kalau mempunyai sesuatu adalah sebuah perasaan menyenangkan atau puas yang tak akan pernah bertahan lama.kenapa? karena memang manusia tak pernah benar benar mempunyai apapun dalam hidup mereka, setidaknya kepunyaan itu tak akan bertahan selama yang mereka inginkan”.

Kalimatnya dia benar mengganggu pikiran saya sama seperti waktu saya menemukan bahwa Gandhi berkata “ Kekayaan alam di dunia cukup untuk semua orang tapi tak akan cukup untuk keserakahan satu orang”. Apakah saya menjadi orang yang serakah jika memang saya menginginkan semua yang dunia ini bisa tawarkan. Atau apakah memang saya harus bertahan dengan yang saya miliki sekarang dan tunggu sampai saya mendapatkan hal baru tapi dalam waktu yang bersamaan mungkin akan kehilangan beberapa hal? Apakah saya benar-benar memiliki sesuatu atau apakah yang saya kira saya miliki itu hanya fatamorgana karena bersifat sementara.

Saya akan berbalik lagi dengan bilang bahwa mungkin beberapa orang itu yang bilang bahwa saya memiliki banyak hal yang tidak dimiliki orang itu sebagai rasa iri atau dengki. Hal ini menurut saya aneh karena secara bersamaan pun mereka ataupun orang-orang lain juga memiliki hal yang saya ingin miliki. Saya benar-benar kerja keras dengan determinasi yang tinggi untuk memiliki hal atau sesuatu yang saya inginkan tersebut…tapi saya tahu bahwa sifat dasar manusia adalah dengki dan mereka tidak akan melihat usaha dan determinasi yang saya miliki tersebut.

Hasil yang saya dapatkan adalah “piala” / “hadiah” akan usaha yang saya lakukan. Jadi proses mendapatkan hasil tersebut adalah nilai yang harus sebutkan. Apakah curang atau jujur dalam mendapatkan hasil tersebut hanya kita yang tahu (atau beberapa orang sekeliling yang tahu proses mendapatkan hasil tersebut). Hasil yang saya miliki dapat di ambil oleh orang lain atau oleh Tuhan skaligus, tapi mereka tidak dapat mengambil proses waktu saya berusaha gila-gilan untuk mendapatkan hasil tersebut.

Dan kesimpulan saya balik lagi pada yang tadi saya ditulis di awal essay, artikel atau apalah namanya tulisan ini. Yaitu “ saya tidak tahu apa yang saya miliki sampai saya sadar bahwa saya sudah kehilangan hal tersebut” dan kalau ditanya apa yang saya belum punya, saya akan jawab “tidak ada!”. Saya sudah cukup puas dan bahagia memiliki apa yang saya miliki ini, karena jika ada hal baru yang saya miliki saya pun tahu bahwa nanti aka nada hal lain yang harus saya korbankan atau hilang dengan sendirinya. Maka saya juga mau bilang bahwa saya juga bersyukur kalau saya dikelilingi teman-teman yang aneh dengan pola-pola pikir yang sangat tidak sesuai dengan standar social, karena dengan keberadaannya mereka di sekeliling saya, saya banyak belajar tentang sifat, nilai, etika dan moral dan saya coba untuk aplikasikan kepada pola hidup saya. Dan saya hanya akan ambil yang benar-benar sesuai dengan pola hidup saya. Juga saya bangga dengan teman-teman saya yang dianggap sebagai “orang terbuang” atau “orang aneh” karena mereka mempertahankan pola pikir mereka tersebut walaupun di terpa berbagai pertanyaan-pertanyaan mengenai etika dan moral standar sosial.

Saya adalah produk dari apa yang mengelilingi saya, mulai dari moral, nilai, etika, dan saya dinilai dari dimana saya datangnya atau apa yang mengelilingi saya. Saya juga tidak percaya bahwa uang bisa membatasi apa yang kita bisa dapatkan. Be glad with what you have now.

Toh keinginan manusia untuk mempunyai sesuatu di hidupnya berubah ubah, dan juga tidak semua hal di dalam hidup bisa dipunyai. Iya kan?

Vicious V

Dalam waktu mengerjakan ini saya ditemani musik atau spoken words dari

A BETTER HOPE FOUNDATION : Trading Heroes for Ghost

GEORGE CARLIN : You Are All Diseased

GRAVE MAKER : Bury Me At Sea

GUNS UP! : No Shelter

KNOW THE SCORE : All Time Low

LEFT FOR DEAD : Splitting Heads

PARKWAY DRIVE : Horizons

WAR OF AGES : Arise and Conquer

SINKING SHIPS : Meridian

ROTTING OUT : demo 08

Johnnyboy, I miss you. You live forever young, just like we used to.

Image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 30, 2012 by in Life and tagged , .
%d blogger menyukai ini: