perfectelle

Any painkiller has side effects. Use with cautions.

Stranger and the City (Part 1)

Ketika menanyakan pada Kenny, pemilik akun @KartuPos, tentang paket tur #KartuPosTrip ke Iceland, saya iseng bertanya juga bagaimana jika saya berencana pergi ke Iceland melalui New York alih-alih via Paris seperti sedianya paket tersebut. Setelah berhitung dan menimbang-nimbang dalam waktu kilat karena periode pemesanan tiket promo akan segera berakhir, sayapun memutuskan untuk berangkat akhir Februari lalu. Kenapa New York? Selain karena saya sudah pernah ke Paris sebelumnya, New York selalu menjadi impian saya. Kakak tertua saya dulu tinggal di Manhattan selama hampir 7 tahun, tapi di keluarga kami hanya saya yang belum pernah menginjakkan kaki di Amerika Serikat karena visa saya ditolak pada tahun 2004. Saya lalu menghubungi Becca, seorang wanita cantik baik hati asal Minneapolis yang saya kenal di perjalanan ke Phuket pada tahun 2010, kemudian bertanya – tanpa berharap banyak – seandainya ia dapat menemui saya di New York. Tak dinyana, ia kemudian mengambil cuti selama 3 minggu untuk dihabiskan di “the Big Apple”! Nah, siapa bilang pertemanan yang terjalin ketika travelling itu hanya ada di film-film? 😀 Adanya Becca dalam perjalanan kali ini sungguh membantu – karena ia sendiri mengaku pecinta sejati New York City – misalnya dalam hal sistem subway yang cukup memusingkan. Sebagai New York first-timer yang hanya memiliki waktu 5D, 4+1N, saya menyusun itinerary bersama Becca sebelum keberangkatan berdasarkan prioritas minat kami. Inilah tempat-tempat yang berhasil saya kunjungi.

Becca and I

 

*Klik judul untuk link situs online dan informasi

1. Central Park

Saya beruntung, ketika mendarat pada tanggal 20 Februari, cuaca New York sedang sangat bersahabat meski musim dingin masih berlangsung. Dengan udara cukup hangat namun salju tebal masih menyelimuti Central Park yang mirip negeri dongeng, acara jalan-jalan mengitari taman ini jadi sangat magis bagi saya yang baru tiba. Becca yang berlibur selama 3 minggu mendapat akomodasi AirBnb nyaman di Central Park West, Upper West Side – dengan masa tinggal minimum 15 hari – yang hanya berjarak selemparan batu dari taman ikonik ini. Karena membentang seluas 341 hektar di Upper Manhattan dan dipenuhi berbagai atraksi, bila waktu tidak banyak, saran saya tentukanlah prioritas tempat yang ingin dikunjungi di sini.

Central Park

in Central Park

Gapstow Bridge

2. Justin Timberlake 20/20 Experience World Tour @ Madison Square Garden

Ketika menentukan tanggal keberangkatan, Kenny memberitahu saya tentang konser yang diadakan tanggal 19-20 Februari lalu ini. Tentu saja saya segera mengiyakan! Thanks to Kenny, walaupun tiket saat itu sudah sold out di mana-mana, ia berhasil mendapatkan satu untuk saya setelah berkali-kali me-refresh situsnya. Hahaha. Menonton Justin Timberlake di Madison Square Garden, what could be more NYC than that?

photo (80)

3. Museum of Modern Art

Mengunjungi museum adalah ibadah bagi saya. Dan untuk saya yang penikmat seni kontemporer, MoMA yang legendaris wajib hukumnya. Karena kesibukan yang menggila sebelum keberangkatan, saya tidak sempat melakukan riset mendalam. Alhasil saya berteriak-teriak kecil karena tidak menduga akan bertemu karya Frida Kahlo, Pablo Picasso, dan Vincent Van Gogh (termasuk Starry Night yang agung!) di sini.

Frida Kahlo's

Van Gogh's Starry Night

4. 5th Avenue

Pertama kali menyambangi jalan yang sangat populer ini, saya dan Becca hanya berjalan melewati sebagian kecil. Just for the sake of the experience. Semua brand mewah kelas dunia tersebar di sepanjang jalan ini. Juga Trump Tower milik milyarder Donald Trump. Saat mendarat kembali di New York sepulangnya dari Iceland pada 2 Februari malam, baru saya mendatangi Apple Store pusat dunia dengan kubahnya yang berbentuk kubus kaca yang terkenal – yang buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun.

5th Ave

 

Apple Store 5th Ave

5. Times Square

Meskipun dianggap mainstream, tempat ini tetap wajib bagi seorang New York first-timer. Saya mengunjunginya di malam akhir minggu, ia penuh sesak dengan manusia. Segala pernak-pernik berbau NYC dijual di sini. Banyak cosplay berkostum dari Uncle Sam hingga robot Transformer, dan kini saya menyesal tidak berfoto dengan salah satunya. Apa yang saya lakukan di sini? Berkeliling, makan hotdog dan foto-foto tentunya. :p

Times Square

6. Broadway: Disney’s Newsies @ Nederlander Theatre

Memilih pertunjukan Broadway gampang-gampang susah, karena sebuah pertunjukan musikal yang berhasil menembus Broadway sebenarnya sudah memiliki jaminan mutu. Akhirnya saya memilih Newsies karena satu alasan: Becca mendapatkan potongan harga untuk tiketnya. Turned out it was a really great show! Pertunjukan Broadway memang tidak murah, harga tiket resmi rata-rata di atas $100. Meski begitu, ada beberapa opsi seperti TKTS yang juga terdapat di aplikasi smartphone untuk mendapatkan diskon.

newsies @ nederlander theatre

7. Washington Square Park

Kami mampir ke taman ini dalam perjalanan ke SoHo – hanya karena tertarik dengan monumen Washington Square Arch dari kejauhan!

IMG_8231

8. SoHo

Sejatinya berasal kata dari “South of Houston Street”, neighborhood ini terkenal dengan butik-butik trendy dan galeri-galeri seni. Area ini saya nobatkan menjadi lokasi kedua favorit saya untuk tinggal setelah Upper West Side. Selain karena saya suka atmosfirnya yang vintage quirky namun tetap elegan, mudah untuk menemukan segalanya di SoHo. Pssst, saya dan Becca berhasil mendapatkan freebie t-shirt Zadig & Voltaire seharga $80 di butik mereka di sini setelah mengikuti kampanye Instagram!

SoHo

9. Top of the Rock Observatory Deck @ Rockefeller Center

Mengunjungi suatu kota di musim dingin, saya baru menyadari pentingnya mengecek perkiraan cuaca setiap hari. Karena ketelitian Becca dalam hal ini, kami berhasil memperoleh sunset yang fantastis di atas New York City! Ada beberapa pilihan lain untuk menyaksikan pemandangan New York City 360°, Empire State Building Observatory Deck misalnya. Namun saya memilih Top of The Rock justru agar Empire State Building termasuk di dalamnya.

Central Park from above

me & empie

Sunset @ Top of The Rock

 

Empire State Building in sunset

10. New York City Ballet’s Coppélia @ David H. Koch Theatre, Lincoln Center for the Performing Arts

Sebagai penari ballet, salah satu hal yang pertama saya cek ketika menentukan itinerary tentunya adalah jadwal pertunjukan New York City Ballet yang legendaris di bawah nama besar George Balanchine. Saya senang sekali berhasil menonton Coppélia, karena selain seri klasik ini jarang dipertunjukkan di Asia, versi George Balanchine/NYC Ballet-lah yang menjadi acuan saat ini. The happiest ballet ever! Menontonnya di Lincoln Center yang bersejarah – apalagi di David H. Koch Theatre yang berhiaskan instalasi seni fotografi NYC Ballet oleh seniman JR dari Prancis – menjadikannya pengalaman sempurna untuk saya.

David H. Koch Theatre

NYC Ballet art by JR

11. East Village

Neighborhood bernuansa hippy dan punk-rock ini terasa paling “cuek” dibanding lingkungan lain di Manhattan. Banyak toko barang second-hand, toko suvenir, maupun tattoo parlors yang menarik untuk dimasuki dengan St. Marks Place yang trendy sebagai pusatnya. Saya tidak sengaja menemukan Good Records NYC – toko piringan hitam – surga bagi saya!

East Village

Good Records NYC

12. Brooklyn

Ini adalah satu-satunya wilayah di luar Manhattan yang saya jajaki. Inilah tempat untuk menikmati pemandangan Manhattan dari kejauhan di Brooklyn Bridge Park yang sangat cantik. Williamsburg yang disebut-sebut sebagai wilayah hipster juga menarik ditelusuri, meski saya hanya memasuki beberapa toko. Dari obrolan dengan Becca, saya baru menyadari bahwa area Williamsburg mengalami gentrifikasi – di mana daerah yang sebelumnya miskin dihuni oleh kalangan yang lebih berada (in this case, the hipsters) sehingga biaya hidup menjulang tinggi dan tidak lagi ramah bagi kalangan bawah. Dan bagi saya, hal itu memang terasa di suasananya.

IMG_8298

Brooklyn Bridge Park

Manhattan Bridge

13. Flatiron Building

Gedung bernama asli Fuller Building ini wajib dikunjungi oleh pecinta arsitektur dan fotografi. Berdiri pada tahun 1902, salah satu gedung tertinggi di kota New York City ini diapit oleh 5th Avenue, Broadway, dan East 22nd Street. Arsitekturnya yang unik membuatnya dinobatkan sebagai salah satu National Historic Landmark di Amerika Serikat. Di sekitar gedung ini – dinamai Flatiron District – dapat dijumpai berbagai butik dan toko.

Flatiron Building

Flatiron Building

 

(Bersambung)

Iklan

15 comments on “Stranger and the City (Part 1)

  1. cerita4musim
    April 23, 2014

    from NY to Iceland , juara bener trip mu emang say 🙂

    • nindyalubis
      April 23, 2014

      Eh mbaknya! *sungkem* Iyaa nih ceritanya kan mau closing trip gitu soalnya mau daftar sekolah lagi. EH GAK TAUNYA BELOM BISA DONG x’))))) Baru masuk tahun depan jadinya. Ke mana kitaaa?? Hahahahah. *jual diri*

      • cerita4musim
        April 23, 2014

        wuiihh mewahhhhh, berarti masih ada trip2 lagi dong nih, ciamikkk:))

        can’t wait liputan Iceland nya euy…

      • nindyalubis
        April 23, 2014

        Ini masih ngitung budget bok, hahahahasutresshahah!

        Iya Iceland nyusul yaa. Soon this week kalo gak ada halangan. Atau nantikan awal bulan di salah satu majalah HOT ibukota… *haish* *kipaskipas*

  2. arievrahman
    September 2, 2014

    Wanying sunsetnya keren, semoga gue juga dapet di Top of The Rock ah!

    • nindyalubis
      September 2, 2014

      Lo cek Accuweather deh pas nyusun itinerary. Jadi lo tau mau ke mana hari apa, ngatur jamnya dll. Akhirnya ada gunanya juga tuh app! x’D

  3. arievrahman
    September 11, 2014

    Itu Brooklyn yang moto Manhattan dari Dumbo kan yah?

    • nindyalubis
      September 11, 2014

      Dumbo apose?

      • arievrahman
        September 11, 2014

        Gajah kecil berbelalai panjang? Okay itu Bona.

        Down Under the Manhattan Brooklyn bridge Overpass.

      • nindyalubis
        September 11, 2014

        No I didn’t get to go on DUMBO. It’ll be nice to ride it tho. Packing sana *tendyang*

      • arievrahman
        September 11, 2014

        Lha itu yang moto manhattan dari mandoseee?

        *masukin nindya ke backpack*

      • nindyalubis
        September 11, 2014

        Dari Brooklyn Bridge Paaaark. Pan udah ditulis bukan?

        *masuk backpack Arip*

      • arievrahman
        September 11, 2014

        Maaf aku yang salah, cowok selalu salah 😦

        Di sana sunset ya viewnya?

      • nindyalubis
        September 11, 2014

        Dapet sihh sunset kalo pas waktunya, tapi gak juga tsakep kok.

        Pokoknya kamu salah, mz, salah.

  4. Ping-balik: Terjebak di Museum of Sex! | backpackstory

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 22, 2014 by in Travel, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , .
%d blogger menyukai ini: